Kamis, 20 Maret 2014

Coklat Makanan Sejuta Umat

Oleh : Tatiek Kancaniati
Pasti anda setuju kalau saya katakan bahwa cokelat adalah makanan kesukaan sejuta umat walau “rada lebay..”  ^_^.  Mengapa kesukaan sejuta umat ? ya.. jelas karena hampir semua orang menyukai makanan yang satu ini tentunya.. hehehe. Makanan yang rasanya manis sedikit pahit ini, sangat enak jika dijadikan campuran untuk berbagai jenis makanan maupun minuman. Bahkan dimakan langsung pun sangat enak.
Untuk makanan yang satu ini memiliki penggemar yang banyak dari seluruh dunia. Termasuk saya juga hobi makan cokelat. Dan cokelat juga sering dijadikan hadiah untuk diberikan kepada orang yang kita cintai  dihari – hari tertentu, misal ulang tahun dan lain-lain. Karena cokelat selalu di simbolkan sebagai perasaan kasih sayang dan sesuatu yang romantis. Mungkin karena rasanya yang manis k.. makanya sering diberikan sebagai hadiah untuk orang yang di sayang. Dan cokelat juga sering di makan ketika seseorang kita lagi bet mood, alias lag[ galau.. karena dengan makan cokelat bisa membuat kita lebih rilex dan tenang ..  nah loh,, kok bisa ya..
Banyak sekali mitos tentang cokelat ini. Mulai dari mitos yang positif hingga ada juga yang negatif. Nah dari pada kita ragu akan kebenaran mitos tersebut. Lebih baik kita buktikan secara ilmiah. Namun sebelum kita bahas mengenai manfaat dan khasiat cokelat terhadap kesehatan secara ilmiah, mari kita tengok terlebih dahulu kandungan yang terdapat di dalam cokelat.
Kandungan Coklat
Komposisi kandungan zat gizi pada coklat sangat banyak, Biji coklat memiliki kandungan alkanoid yang menyebabkan rasanya menjadi pahit. Selain itu biji coklat juga mengandung protein 9%, karbohidrat 14%, dan lemak 31%. 9% Protein yang terkandung dalam biji coklat itu memiliki kandungan fenilalanin, tyrosin, asam amino triptofan dalam jumlah besar. Sehingga dengan kandungan yang demikian beragam, menjadikan manfaat coklat bagi kesehatan tentu juga sangat beragam.
Manfaat dan Khasiat Cokelat
1. Antioksidan yang tinggi
Kandungan coklat yaitu flavanols, sejenis flavanoid yang terdapat pada coklat merupakan antioksidan yang baik bagi tubuh.
2. Mencegah dan Melawan Kanker
Dari penelitian, coklat dapat menghambat pembelahan sel kanker dan mengurangi peradangan.
3. Menurunkan Tekanan Darah
Berdasarkan penelitian, coklat dapat menurunkan tekanan darah. kandungan coklat yang dapat membuat mood lebih baik, ternyata mampu menurunkan tekanan darah.
4. Membuat Panjang Umur
Coklat pun mengandung zat yang mampu memperlambat penuaan yang artinya menjadikan kita panjang umur. Konsumsi coklat secara teratur dapat mengurangi keriput dan melindungi kulit dari terbakar sinar matahari.
Tidak hanya itu hasil penelitian yang dilakukan di Belanda yang diikuti 200 pria di atas 20 tahun, menemukan bahwa para pria yang mengkonsumsi sejumlah besar coklat, baik itu berupa cokelat susu dan dark chocolate, hidup lebih lama dan telah menurunkan tingkat penyakit keseluruhan daripada pria yang makan cokelat dalam jumlah sedikit atau tidak sama sekali.
Untuk memperkuat hasil dari penelitian di belanda tersebut, yaitu seorang yang bernama Jeanne Louise Calment salah satu orang tertua dengan umur panjang yang hidup sampai usia 122 mempunyai resep panjang umur, yaitu dia mengkonsumsi dark chocolate sebesar 2,5 pon dalam seminggu.
5. Meningkatkan Gairah/ libido
Coklat juga merupakan afrodisiak, yaitu sebagai peningkat libido seseorang. Menurut penelitian, wanita pecinta coklat memiliki gairah seksual lebih tinggi dari pada wanita yang tidak mengkonsumsi coklat. Mereka mengungkapkan, mengkonsumsi sebatang coklat sebelum bercinta dapat memberikan rasa rileks dan kepuasan dalam aktivitas seksual seseorang.
6. Menghilangkan Stress
Coklat juga dianggap sebagai salah satu makanan yang dapat mengusir stres. Menurut penelitian dari Universitas California, Sandiego, orang yang stres, mulai dari tingkat stres ringan hingga tingkat depresi, mereka mengaku makan cokelat saat suasana hati mereka galau atau bad mood.
Mengapa demikian? Ternyata, cokelat juga mengandung molekul psikoaktif yang tentunya membuat pengkonsumsi cokelat merasa nyaman. Beberapa kandungan cokelat seperti caffeine, theobromine, methyl-xanthine dan phenylethylalanine dipercaya dapat memperbaiki mood, mengurangi kelelahan sehingga bisa digunakan sebagai obat anti-depresi.
Coklat Menjadi Gaya Hidup
Kini cokelat merupakan bagian dari gaya hidup, dan terdapat berbagai cara kreatif untuk menikmatinya. Baik dinikmati bersama buah seperti stroberi, potongan kue brownies atau renyahnya kacang hazelnut, semuanya dapat menjadi pilihan. Tiga cara ini merupakan tiga cara favorit yang banyak digemari di penjuru dunia saat menikmati cokelat.
Analisis Bisnis
Dalam membuat cokelat diperlukan modal awal. Berikut prakiraan modal awal yang dibutuhkan untuk membuat cokelat. Peralatan seperti cetakan cokelat Rp500 ribu, panci Rp100 ribu, toples Rp500 ribu, serta lainnya Rp400 ribu dengan total mencapai Rp1,5 juta.
Peralatan ini, akan mengalami penyusutan selama empat tahun dan memiliki nilai residu sebesar 10 persen yakni Rp150 ribu. Katakanlah  penyusutan per tahun adalah (Rp1,5 juta-Rp150 ribu) dibagi empat, maka hasilnya sebesar Rp374.625 per tahun atau Rp31.200 per bulan.

Selain itu, diperlukan biaya untuk pembuatan cokelat dengan rincian, bahan baku Rp1 juta dengan asumsi Rp33 ribu untuk 30 cokelat, kemasan Rp200 ribu, promosi Rp50 ribu, dan pewarna makanan Rp10 ribu, ditambah biaya penyusutan per bulan Rp31.200 maka total pembuatan cokelat per bulan mencapai Rp1.291.200.
Dengan biaya tersebut, diperkirakan dapat memproduksi cokelat sebanyak 500 buah. Jika satu cokelat dijual dengan harga Rp5.000, maka dalam satu bulan dengan asumsi semua cokelat terjual akan memperoleh Rp2,5 juta. Dengan demikian, setiap bulan Anda akan mendapatkan pendapatan bersih Rp1.208.800 juta. Maka dalam 2,1 bulan modal Anda sejak memulai bisnis cokelat dapat kembali
Coklat Ladang Bisnis
Bisnis panganan coklat kini sudah menjamur dimana-mana, dan otomatis bisnis ini sangat prospek karena begitu banyak konsumen dari kalangan manapun yang mnegemarinya, sebelumnya mari kita perhatikan cara pembuatan coklat yang baik yang berhasiat bagi kesehatan seperti dibawah ini :
Bahan-bahan :Dark Coklat, White Coklat, Pink Coklat or White coklat diberi coloring (oil base ) pink
Alat :Cetakan coklat, Mangkok stainless, Panci Kecil
Cara Membuat :1. Potong-potong Dark Coklat / White coklat secukupnya sampai menjadi potongan kecil. 2. panaskan air di dalam panci, sampai keluar gelembung-gelembung udara kecil (jangan sampai mendidih ya), kecilkan api, lalu letakan coklat yang sudah di taruh di wadah besi. aduk-aduk sampai lumer. 3. setelah lumer rata, matikan api (penting banget, jangan sampai airnya mendidih, karena akan merusak coklat/hasilnya ga akan mengkilat), sisihkan tunggu sampai alas wadah dingin (hangat-hangat kuku).4. Tuang ke dalam cetakan. 5. Banting perlahan cetakan agar gelembung-gelembung udara di dalam cetakan bisa keluar.6. Tunggu sampai mengeras, lalu masukan ke dalam frezzer/kulkas selama 3 menit, lalu keluarkan dari cetakan.7. Letakan dalam Box.
Cara diatas adalah cara membuat coklat praline tanpa isi/filling. Jika ingin menambahkan isi didalamya, masukan coklat setengah saja dari cetakan, tunggu sampai sedikit mengeras, masukan filling, lalu tutup kembali dengan coklat.Mudah kan? kita bisa modifikasi apa aja untuk isi dan bentuknya. Untuk lebih memperkaya referensi dalam membuat cokleat, kedua orang ini pun merekomendasikan dua merek cokelat yang harga dan kualitasnya seusai, yakni cokelat merek Colatta dan Tulip. Banyak bakery menggunakan kedua merek tersebut.
Selain itu, ada beberapa jenis cokelat yang perlu diperhatikan, yakni compound dan couverture. Compound lebih umum, sedangkan couverture lebih banyak kandungan cocoa butter-nya sehingga rasanya lebih pahit dan lebih enak, tapi tentu saja lebih mahal. Cokelat juga dibagi menjadi tiga jenis yakni dark, milk, dan white.“Untuk uji coba resep, gunakan cokelat berukuran 250 gram dahulu. Kalau sudah mantap dengan pilihan, baru beli kemasan satu kilogram (kg)
Yuk mulai sekarang kita bisa membuat coklat sendiri tanpa harus pergi ke toko coklat ^_^ . Selamat mencoba (TK)


Solusi Cerdas Selamat Tinggal Kegemukan


Oleh : Tatiek Kancaniati
Daun Jati Belanda JATI BELANDA (West Indian Elm / Guazuma ulmifolia) Mengurangi Penyerapan dan Akumulasi Lemak dalam Tubuh , Membantu Menurunkan Berat Badan serta Menurunkan Kolesterol.
Setiap wanita khususnya mendambakan tubuh ideal, namun pada kenyataanya menjaga kesetabilan berat tubuh tak semudah niat dan perlu perjuangan yang disiplin untuk mewujudkanya. Berikut ada cara cerdas, mudah dan murah untuk mewujudkan dambaan tadi. Yup..konsumsi rutin Daun Jati belanda adalah salah satunya.
Sejak zaman dulu masyarakat Indonesia, terutama yang tinggal di Pulau Jawa, telah mengenal dan memakai air rebusan daun jati belanda sebagai bahan baku jamu pelangsing tubuh, biasa disebut galian singset (bahasa Jawa). Pengalaman sekaligus bukti empiris inilah yang “ditangkap” perusahaan jamu, sehingga saat ini hampir semua jamu pelangsing selalu mengambil khasiat daun jati belanda.
Proses Lemak tubuh diperoleh melalui dua cara yaitu sintesis di dalam tubuh dan melalui makanan yang kita konsumsi setiap hari. Dalam keadaan normal, tubuh hanya memerlukan lemak dalam jumlah tertentu. Mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung lemak, akan menyebabkan penumpukan lemak di dalam tubuh yang disebut dengan obesitas.
Penyebab obesitas memang sebagian besar disebabkan karena gaya hidup yang kurang sehat terutama terkait makanan yang dikonsumsi disamping penyebab lain yang kecil antara lain lingkungan, keturunan, alcohol dan kurangnya aktivitas fisik.
Sutiyah peracik obat-obatan herbal dari Kebun Sari Sehat Tegalwaru, menjelaskan bahwa untuk menjadikan ramuan dapat dilakukan dengan mengeringkan daunnya. Selanjutnya digiling untuk dibuat serbuk.
“Setelah menjadi serbuk, ambil 20 gram, lalu seduh dengan air panas. Saring dan minum dua kali sehari. Namun, mereka yang bermasalah dengan ginjal jangan meminum ramuan ini dengan ampasnya, jadi setelah di seduh dengan air panas dibiarkan terlebih dahulu agar serbuknya mengendap,” katanya.
Banyak penelitian membuktikan bahwa daun jati bermanfaat untuk menurunkan berat badan. Belakangan daun jati belanda dipercaya memiliki manfaat lebih dari itu, yakni berpotensi untuk dikembangkan sebagai herba pengontrol kolesterol.
Hasil penelitian yang di lakukan oleh Yosie Andriani H.S. di Laboratorium Biokimia Institut Pertanian Bogor pernah melakukan penelitian guna mengetahui pengaruh daun jati belanda (dalam bentuk ekstrak air, ekstrak etanol, dan fraksi aktif steroid) terhadap kadar lipid darah (TPC, trigliserida, LDL, dan HDL/high density lipoprotein).
Penelitian menggunakan kelinci sebagai hewan percobaan pada empat kelompok perlakuan. Masing-masing kelompok terdiri atas lima ekor.
Ternyata pemberian ekstrak daun jati belanda (dalam tiga bentuk ekstrak air, ekstrak etanol, dan fraksi aktif steroid) berpengaruh terhadap kadar lipid darah (TPC, trigliserida, LDL, dan HDL). Kadar TPC, LDL, dan trigliserida pada perlakuan kontrol (tanpa pemberian daun jati) terlihat sangat tinggi (berbeda nyata) dibandingkan dengan kadar TPC, LDL, dan trigliserida yang diberi perlakuan daun jati.
Fakta ini menunjukkan adanya penurunan kadar TPC, LDL, dan trigliserida akibat pemberian daun jati belanda. Persentase penurunan kadar TPC tertinggi terjadi dalam pemberian daun jati belanda pada perlakuan ekstrak etanol (62 persen), diikuti perlakuan ekstrak air (55 persen), dan fraksi aktif steroid (36 persen).
Naikkan HDL Pemberian ekstrak daun jati belanda juga berdampak pada peningkatan HDL. HDL dapat menurunkan kadar kolesterol dalam sel dengan cara mengambil kelebihan kolesterol dari jaringan untuk kemudian diproses di hati lalu dibuang bersama cairan empedu.
Fakta khasiat daun jati belanda ini beberapa tahun terakhir ditanggapi oleh para pengusaha jamu salah satunya di Sari Sehat Kampoeng Wisata Bisnis Tegalwaru dengan mengembangkan produk berbahan baku daun jati belanda. Tak heran, banyak tersedia produk olahan fitofarmaka berbahan dasar herba ini, seperti dalam bentuk serbuk dalam kapsul maupun seduhan, layaknya teh.
Khasiat dan Mekanisme Kerja Jati Belanda
Jati belanda bekerja dengan cara melapisi dinding usus halus sehingga ketika makanan melewati usus halus, lemak yang terkandung di dalamnya tidak dapat diserap oleh permukaan usus. Hal ini akan mengurangi penimbunan lemak tubuh. Ketika kita beraktivitas atau berolahraga, lemak yang telah ada di dalam tubuh akan dirombak menjadi energi untuk memenuhi kebutuhan kita sehingga lemak tubuh kita akan berkurang dan berat badan kita menjadi ideal.
Selain berfungsi sebagai penurun berat badan tubuh dengan mekanisme fat blocker, jati belanda juga memiliki banyak khasiat lain yang bermanfaat, antara lain :
1.            Mengurangi kadar gula dalam darah (antihiperglikemia)
2.            Menurunkan kolesterol (antihiperlipidemia)
3.            Memiliki aktivitas antioksidan dengan menghambat lipid peroksida dan radikal hidroksil
4.            Memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi (antiperadangan)
5.            Dapat digunakan sebagai terapi pendamping pada gangguan kardiovaskuler dan dapat menurunkan tekanan darah tinggi
Selain daunnya, bagian lain dari pohon jati belanda yang berkhasiat obat adalah kulit, buah, dan bijinya. Bagian dalam kulitnya biasa dipakai sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit cacing, bengkak kaki atau kaki gajah.
Buahnya digunakan sebagai obat batuk rejan. Rebusan bijinya yang sudah dibakar seperti kopi dapat diminum sebagai obat sembelit. Namun, tetap perlu kehati-hatian dalam menggunakan daun dan biji jati belanda sebagai obat. Pasalnya, bila terlalu berlebihan dapat mengakibatkan kerusakan usus. Karena itu, selain bagian daunnya, pemanfaatan bagian lain jati belanda saat ini relatif jarang dan memang belum ada uji toksiknya.
Jika Anda tertarik untuk menaman jati belanda, sebenarnya relatif mudah. Tanaman ini tidak butuh air banyak dan tak memerlukan perawatan khusus.
Cukup penyajian dan meramu daun jati belanda relatif mudah. Daun yang sudah dikeringkan cukup diseduh dengan air panas, seperti halnya membuat teh. Sering juga daun ini dibuat ekstrak atau serbuk.
Berikut beberapa contoh ramuan:
1. Peluruh kolesterol
Ambil beberapa lembar daun jati belanda kering. Seduh dengan air panas secukupnya, seperti membuat teh. Saring sebelum diminum. Agar tidak hambar, tambahkan satu sendok madu atau gula batu.
2. Pereda Diare
Daun jati belanda kering digiling untuk dijadikan serbuk. Ambil 20 gr serbuk ini dan seduh dengan air panas. Kemudian saring dan minum dua kali sehari. Jika suka, bisa dicampur kencur dan madu secukupnya.
Catatan: Orang yang bermasalah dengan ginjal sebaiknya minum air putih yang banyak setelah minum ramuan ini
3. Pelangsing
Ambil tujuh lembar daun jati belanda segar lalu cuci bersih. Tambahkan sepotong rimpang bangle, temulawak, atau kunir putih. Rebus dengan satu setengah gelas air bersih sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum.
Khasiat yang sangat mencerahkan bukan, apalagi jika kita ingin menjadikan bisnis tentu sangat prospek karena betapa banyak perempuan pasca menikah atau melahirkan mendapatkan masalah pada obesitas ini. Oya Bagi yang memiliki sakit magh disarankan meramunya baiknya bersamaan dengan temulawak atau kunir putih guna mengurangi efek iritasi lambung. Selama mengonsumsi ramuan ini, tetaplah minum banyak air putih. Luar biasa bukan khasiatnya, kini kita bisa katan good bye pada lemak dan obesitas ^_^, mari hidup sehat dan seimbang (TK)




Sabtu, 01 Maret 2014

Tegalwaru, Kampung Usaha Beromzet Rp 2,2 Miliar


Minggu, 23 Juni 2013, 11:11 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, Tatiek Kancaniati  pun membuat sistem penjualan produk Desa Tegal Waru secara online. Pengunjung kini dapat membuka situs tegalwarukreatif.com dan facebook untuk melihat beragam produk olahan rumah tangga khas Tegal Waru. Dengan harga terjangkau, masyarakat bisa membeli hasil produksi dengan sistem delivery order.  Tak hanya itu, Tatiek kemudian membuat satu konsep kampung wisata wirausaha. Tegal waru pun memiliki brand Kampoeng Wisata Bisnis Tegal Waru.
Dia mulai mengundang warga luar untuk melihat dari dekat bagaimana kemandirian warga Desa Tegal Waru dengan usahanya yang heterogen. "Setiap bulan ada sekitar sepuluh kunjungan,"jelasnya.
Kebanyakan, kunjungan didominasi oleh pelajar. Dari anak SD hingga mahasiswa. Sesekali, tutur Tatiek, kaum ibu pun tidak mau ketinggalan untuk ikut belajar dari warga Tegal Waru.
Mereka datang tidak hanya dari Jawa Barat. Pengunjung juga berasal dari Cilegon dan Palembang. Bahkan, beberapa waktu lalu, perwakilan calon pensiunan polisi seluruh Indonesia mengunjungi Tegal Waru. "Mereka belajar untuk berwirausaha setelah pensiun nanti,"ujarnya.
Desa pun kian hidup. Saat ini, ada beberapa restoran dan rumah makan yang dibuka untuk melayani para pengunjung kampung wirausaha. Dari inovasi itu, Tatiek mengaku bisa meningkatkan omzet semua unit usaha di Tegal Waru hingga di angka Rp 2,2 miliar.
Tatiek juga bisa mereguk keuntungan dari pemasarannya lewat situs online. Jika sedang ramai, dalam sebulan, alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) itu mendapatkan bagi hasil hingga mencapai Rp 10 juta. "Berkisar Rp 6 juta hingga Rp 10 juta per bulan,"jelasnya.
Belum lagi dari hasil fee masuk para pengunjung Kampung Wisata Bisnis Tegal Waru. Dengan tiket masuk Rp 25 ribu per orang, Tatiek rata-rata bisa mendapatkan hingga Rp 10 juta. Hanya, pemasukan itu tak disentuh Tatiek. Menurutnya, pendapatan dari KWBT diperuntukkan membayar biaya operasional dan para trainer.

Kisah Inovator Tegal Waru: Ditipu CSR Sampai Melahirkan 'Muzakki'

Minggu, 23 Juni 2013, 11:16 WIB


REPUBLIKA.CO.ID,Perjuangan Tatiek Kancaniati  tidak mudah. Hanya, minatnya yang besar untuk menjadi wirausaha menjadikan Tatiek seperti sekarang.
Sejak duduk di bangku kuliah, Tatiek sempat menjajal berbagai macam usaha. Dari menjual jilbab, sepatu, susu perah, hingga membuat nata de coco.
"Dulu dari Subuh sudah harus nongkrong di kandang sapi buat nunggu perah sapi,"kenangnya. Susu tersebut dijajakan ke teman-teman kuliah dengan untung sekitar Rp 2000.
Terlalu lelah dengan usaha susu, Tatiek pun berjualan sepatu. Per bulan, dia mengambil sepatu dari agen di Jonggol kemudian dipasarkan di kampus.
Hanya, usaha sepatu juga lebih sering gagal. Banyak sepatu Tatiek yang tidak sesuai dengan pesanan. "Ada yang sepatunya lain sebelah, salah nomor, pokoknya banyak deh,"jelasnya.
Dia pun banting setir menjadi pengusaha Nata de Coco. Tidak seperti bisnis sebelumnya, usaha Tatiek kali ini cukup maju. Dia memiliki pegawai dan gerobak sendiri.
Hanya, rezeki Tatiek bukan di bisnis olahan ini. Di tengah jalan, Tatiek ditipu oleh pegawai yang membawa semua hasil dagangannya. "Tukangnya kabur ninggalin gerobak di jalan,"jelasnya.
Jeda dari berbisnis, Tatiek perlahan melihat kembali 'kampungnya' yang penuh dengan usaha. Meski kecil, enam Rukun Warga dengan ragam bisnis yang berbeda tersebut mampu menghidupi setiap keluarga.
Dia pun memutar otak agar bisa mengembangkan kampungnya tersebut sekaligus mendapatkan peluang bisnis. Dengan saran dari beberapa kawan, maka terciptalah Kampung Wisata Bisnis Tegal Waru pada 2009.
Tatiek berkisah, ujian ketika awal mengelola wisata bisnis cukup berat. Dia mengaku sempat berhadapan dengan oknum aparat yang memeras Yayasan Kuntum yang mengelola kampung tersebut. "Dengan gaya preman, jegal kegiatan dengan menyebarkan isu kalau yayasan saya tanpa izin,"ujarnya.
Tak hanya itu, Tatiek pun harus menghabiskan energi untuk menghadapi Corporate Social Responsibility (CSR) suatu bank pelat merah besar nasional. Pada awalnya, kisah Tatiek, CSR tersebut menjanjikan bakal memberikan bantuan besar untuk setiap unit usaha di Tegal Waru.
Dengan tim sendiri, mereka sempat turun untuk melakukan survei ke semua unit usaha. CSR itu bahkan sempat menyosialisasikan bantuan tersebut secara massal di Balai Desa kepada semua warga.
Hanya, setelah mengumpulkan data, CSR tersebut tak memperlihatkan batang hidungnya. "Ternyata mereka cuma ingin jiplak konsep saja karena tak sanggup buat proposal bisnis. Sudah lebih dari tiga lembaga seperti itu,"jelasnya.
Tak hanya itu, seringkali para pengrajin mengeluh tentang kesulitan modal. Banyak pengusaha yang hendak mengembangkan usaha akan tetapi tak memiliki akses pinjaman.
Tatiek juga harus memikirkan cara untuk mempertahankan mereka dari rayuan para 'bankir' keliling. Dengan gaya yang necis, para bankir bakal menjerat warga dengan kemudahan pinjaman tetapi bunga yang tinggi.
Hanya, Tatiek terus melangkah. Dia pun mengungkapkan, semua ujian itu hanya kerikil di jalan. Satu yang membuatnya bahagia.
Banyak warga yang dulu statusnya masih mustahik atau golongan yang berhak menerima zakat menjadi muzakki atau golongan yang menyalurkan zakat. "Dengan pendekatan wisata bisnis bisa mengangkat potensi masyarakat. Mereka juga terasah untuk membagi ilmu dan sharing pengalaman dengan banyak orang,"ujarnya.

Menjadi Entrepreneur Itu Baik Namun Menjadi Social Entrepreneur Itu Lebih Baik

                                        Oleh : Tatiek Kancaniati
Alkisah ada  seorang wanita kaya raya dan berhati mulia, hartanya yang melimpah tak membuat ia sombong dan lupa diri. Dari hasil usahanya dalam bidang  tekstil dan peternakan ia mampu memberdayaan ribuan orang. Terhitung bidang-bidang usaha lainpun muncul sejalan dengan meningkatnya permintaan pasar, dari mulai produksi pakaian, aneka asesoris, jilbab hingga pakan ternak untuk mensuplai makanan teknaknya dan tumbuh usaha aneka olahan ternak. 
Niat tulusnya dalam membuka lapangan pekerjaan dan mensuport para dhuafa untuk memiliki usaha berbuah manis,  dengan system bagi hasil memberikan keberkahan dan kebaikan yang melimpah pada semua usahanya. Masyarakat sekitar yang dulunya lebih banyak mengemis dan bermaksiat kini sedikit demi sedikit teratasi dengan kiprahnya membuka lembaga sosial yang memberikan bimbingan agar masyarakat bisa hidup mandiri dan lebih bermartabat. Sedikit banyak kebiasaan buruk berjudi dan  pencurian di masyarakat mulai ditinggalkan. 
Dalam keseharian aktivitasnya. Ia  menyempatkan silaturahmi keberbagai tetangga dan aktif diberbagai organisasi bak lebah ia selalu memberi manfaat dan kebaikan. Ia lupakan keuntungan uang sebagai tujuan, ia telah dinikmati dalam segala bentuk kegiatan sosial dari berbagai aspek program. Kenikmatan dalam kegiatan sosialnya inilah yang ia katakan sebagai investasi dunia akherat dan jika diakumulasikan dengan rupiah jumlahnya tak terhingga. 
 
Dalam kisah lain, diera zaman serba modern seperti sekarang ini banyak tumbuhnya para pengusaha-pengusaha  yang motivasinya meng-kayakan diri sendiri, segala bentuk dilakukan dalam meraup keuntungan sebesar-besarnya dan memburuhkan pekerja dengan upah minim yang membuat para buruh’beku’ tak bisa berkembang. Selain itu timbul dampak sosial seperti tidak mengindahkan limbah yang dihasilkan dapat merugikan warga sekitar. Dari berbagai kisah diatas tadi kita dapat menyimpulkan kegiatan bisnis manakah yang lebih barakah ? 



Makna Social Entrepreneurship


Mari kita kenali bagaimana peran Social Entrepreneurship  (SE), merupakan sebuah istilah turunan dari kewirausahaan. Gabungan dari dua kata, social yang artinya kemasyarakatan, dan entrepreneurship yang artinya kewirausahaan.

 Pengertian sederhana dari Social Entrepreneur adalah seseorang yang mengerti permasalahan sosial dan menggunakan kemampuan entrepreneurship untuk melakukan perubahan sosial (social change), terutama meliputi bidang kesejahteraan (welfare), pendidikan dan kesehatan (healthcare

Secara umum SE ini  murni sebuah usaha entrepreneurship yang bergerak di bidang sosial. Pada awalnya SE mempunyai inti pemberdayaan dalam bidang kemasyarakatan yang bersifat voluntary atau charity (kedermawanan dan sukarela). Dalam hal ini membentuk sebuah lembaga-lembaga sosial seperti panti asuhan, anak asuh atau donasi untuk beasiswa di bidang pendidikan. Konsep awal mula Social Entrepreneurship tidak menekankan pada usaha untuk menghasilkan profit (non-profit). Jikalau ada profit, bukan menjadi tujuan utama dan nilainya bisa dibilang kecil. Karena inti utama dalah pemberdayaan untuk kemaslahatan bersama.

Target Membantu Kaum Yang Lemah


Maka berikanlah kepada kerabat yang terdekat akan haknya, demikian (pula) kepada fakir miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan. Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridhaan Allah; dan mereka itulah orang-orang beruntung”. Al Qur’an, surat Ar Rum ayat 38. Dalam ayat ini jelas sebuah seruan setiap orang yang mampu untuk membantu yang lemah.

Sebuah solusi riil untuk membantu meringankan beban orang-orang yang kurang mampu dapat diselesaikan salah satunya dengan mempraktekan SE. Bukan semata mengandalkan lembaga pemerintahan atas nama departemen kesejahteraan sosial. Masyarakat secara pribadi bisa bergerak sendiri. Dan hasilnyapun akan menghasilkan efek ganda, seperti kisah pertama diatas tadi, tumbuhnya kesejahteraan yang meningkat sejalan nilai kewirausahaan untuk mencari profit. Jika selama ini lembaga-lembaga sosial tersebut hanya dipandang sebuah ajang aktualisasi diri untuk saling membantu sesama, maka sebenarnya dengan membangun sendiri sebuah Social Entrepreneurship juga akan mendatangkan profit secara finansial.

Perbedaan Social Entrepreneur dan Entrepreneur


Kewirausahaan sosial sangat berbeda dengan kewirausahaan yang sering kita jumpai, yaitu commercial entrepreneurship. Kecenderungan dari commercial entrepreneurship ialah mengukur keberhasilan lewat kinerja keuangan dan materi-materi tertentu, sedangkan kewirausahaan sosial tidak demikian, keberhasilannya diukur lewat seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat dan mampu melakukan perubahan sosial ke arah yang positif.

Perbedaan lainnya terletak pada mekanisme kerja yang digunakan. Pada commercial entrepreneurship, mekanisme kerjanya adalah berusaha untuk memahami pasar agar dapat menghasilkan produk dan jasa sekaligus profit bagi sang pengusaha. Sedangkan mekanisme pada kewirausahaan sosial adalah memberdayakan masyarakat yang kurang beruntung agar berkesempatan mencapai tingkat kesejahteraan. 

Adapun konsep awal dari kewirausahaan sosial lebih diarahkan pada pemberdayaan dalam bidang kemasyarakatan yang bersifat voluntary (sukarela). Prakteknya seringkali dilakukan dalam bentuk lembaga-lembaga sosial, seperti yayasan, panti asuhan, donasi pendidikan atau paguyuban lainnya. Sehingga, kewirausahaan sosial tidak menekankan pada usaha untuk menghasilkan profit melainkan nirlaba. Apabila ada profit, bukan menjadi tujuan utama dari kewirausahaan sosial, karena utamanya ialah pemberdayaan untuk kepentingan sosial.

Bangladesh adalah contoh negara yang berhasil mengembangkan kewirausahaan sosial, dan terbilang sukses memberdayakan masyarakat yang kurang beruntung. Keberhasilan Bangladesh ini tidak terlepas dari peranan Dr Muhammad Yunus, pendiri Grameen Bank. Kewirausahaan sosial yang dikembangkan oleh Yunus dilandasi oleh rasa kepedulian atas kondisi sosial negaranya. 


Di lain pihak, apabila kaum miskin ingin mengajukan pinjaman ke lembaga keuangan formal, acapkali terbentur pada masalah agunan.  Akhirnya, Yunus pun mendirikan kewirausahaan sosial dalam wujud perbankan yang siap menyalurkan kredit bagi warga miskin dengan jaminan yang lebih berharga dari agunan apapun, yakni  "modal sosial."  Modal sosial tersebut, antara lain harga diri masyarakat, mekanisme kontrol secara sosial, kekerabatan, eksistensi hingga potensi, gotong royong, dan kerja keras.

Untuk mengembangkan kewirausahaan sosial, sejatinya dibutuhkan partisipasi dari individu-individu yang rela berkorban, memiliki kepekaan dan keinginan yang besar untuk mengubah nasib masyarakat di sekitarnya. Sehingga, seorang wirausahawan sosial akan menjadi pemecah kebuntuhan yang handal, pribadi yang memberikan jalan keluar dari pelbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat. Maka dari itu, seorang wirausahawan sosial berfungsi sebagai pembuka jalan, kemudian menunjukkan arah, dan memberi stimulus bagi masyarakat untuk maju dan bangkit.

Pada prinsipnya, seorang wirausahawan sosial dituntut memiliki dua kompetensi inti agar mampu menjadi motor penggerak di masyarakat. Diantaranya :

Pertama : Kreatifitas, yaitu kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan mencari tahu cara-cara baru dalam melihat suatu permasalahan serta peluang-peluang yang muncul di masyarakat  

Kedua : inovasi, yaitu kemampuan untuk menerapkan solusi yang kreatif terhadap suatu permasalahan berikut memanfaatkan kesempatan yang ada. Maka, seorang wirausahawan sosial harus menjadi inovator, bukan follower. Bahkan tidak hanya berhenti sampai pada proses penciptaan atau penemuan ide, tetapi melanjutkannya dengan  merealisasikannya ke dalam bentuk inovasi.

Para Muslimah BMI Hongkong. Peranan perempuan dalam social entrepreneur sangat selaras, fitrah perempuan yang memiki sifat kelembutan, strugel, ramah, berinovasi tinggi, kepedulian, kreatif dan lain-lain menjadi modal dasar menjadi leader di wilayahnya..semoga dengan proses penyadaran dan tumbuhnya wirausahawan sosial diharapkan mampu mengidentifikasi dinamika yang terjadi di masyarakat, memecahkan masalah dengan inovasi dan kreatifitas, menyebarluaskan pemecahannya, serta meyakinkan masyarakat untuk berani melakukan perubahan. Salam SSuper Kreatif ^_^ (TK)

Kenikmatan Menjadi Seorang Social Entreprenuer Tak Ternilai


Kebahagiaan hidup bisa bermanfaat untuk orang banyak tentu dambaan setiap orang..langkah menjadi seorang social entrepreneur (SE) adalah salah satunya..Sejalan dengan fitrah se
bagai mahluk sosial yang membutuhkan orang lain dalam keseharian kitapun dapat saling berbagi dalam banyak hal dalam memenuhi kebutuhan hidupnya..pendekatan dalam mempengaruhi orang lain dalam pendekatan entreprenuer menjadi salah satu ciri Khas seorang yang memiliki jiwa SE..

Mari kita pelajari beberapa krieria yang menjadi pembeda antara seorang wirausahawan sosial dengan pebisnis umumnya :

Pertama, menjadi seorang social entrepreneur harus mau berkorban dan segera bertindak. Pengorbanan bukan cuma harta benda, melainkan juga naluri untuk bersenang-senang, waktu, tenaga dan pikiran. kebahagiaan rasa memberi terbaik telah menyingkirkan diri dari kelenaan seperti itu.

Kedua, kesediaan untuk memulai bekerja dengan diam-diam. Social Entrepreneur memulai karyanya dari hal-hal kecil di daerah yang awalnya tidak dikenal banyak orang. namaun dengan kerja gerilyanya ini daerah tersebut akhirnya menjadi 'buah bibir' menginpirasi dan bom kebaikan.
 

Ketiga, Bekerja dengan energi penuh. Orang yang berenergi penuh ’tak ada matinya’. Ia melakukan banyak hal sekaligus dengan menembus berbagai dinding-dinding penyekat. Ia tak mengenal batas-batas yang dibuat manusia untuk membatasi ruang geraknya. Tanpa berpikir keuntungan yang akan didapat, wirausahawan sosial meledakkan segala ide kreatif mereka demi peningkatan kualitas hidup masyarakat luas.

Keempat, ia menghancurkan the established structures. Ia benar-benar bekerja independent dan tak mau terbelenggu oleh struktur yang seakan-akan mewakili kebenaran. Mereka bisa saja ditemukan di antara pegawai-pegawai pemerintahan atau dosen di universitas, tetapi yang adalah kebebasannya dalam bertindak dan berpikir. Mereka punya kecerdasan yang luar biasa dalam mengambil jarak untuk melihat ”beyond the orthodoxy” dalam bidang/pekerjaan mereka. Untuk melakukan hal ini, mereka mengambil resiko yang terlihat aneh, bahkan adakalanya dimusuhi oleh orang umum karena menjadi orang yang terasing namun akhirnya terbelalak ketika misi yang kita jalankan menuai kebaikan

Kelima, kesediaan melakukan koreksi diri. Kewirausahaan sosial memerlukan kejernihan berpikir dan sikap-sikap positif. Artinya, kalau suatu langkah tidak bekerja dengan baik, mereka harus rela mengkoreksinya. Pada tahun 1990-an orang-orang sudah meyakini karya besar Muhammad Yunus yang sukses dengan Grameen Bank-nya untuk melayani segmen mikro, tetapi ia melihat tetap ada kelemahan yang merepotkan debitur untuk melunasi hutangnya. Pada tahun 2002, Yunus meluncurkan Grameen Bank II untuk melayani nasabah-nasabah mikro-nya dengan lebih baik lagi.

Keenam adalah kesediaan berbagi keberhasilan. Mereka adalah orang-orang yang rendah hati, yang bekerja dengan prinsip, ”sukses ini bukan karena semata-mata karya Saya.”..tapi "suskes ini adalah karena kerja kami"