Tampilkan postingan dengan label Seputar Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar Bisnis. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Maret 2014

Bisnis Kuliner Trend Bisnis Yang Terus Ngetren


Oleh : Tatiek Kancaniati

Siapapun tidak ada yang tidak suka dan tak butuh makan, untuk itu bisnis di dunia kuliner tak pernah surut dan  banyak sekali peminatnya. Saya jadi ingat ketika memulai awalan bisnis minuman nata de coco sekitar tahun 1999 alhamdulillah laris manis apalagi ketika musim panas, minuman segar di cari banyak orang sebagai pelepas dahaga. Tak seperti bisnis pakaian misalnya kebutuhan membeli pakaian tak semua dibutuhkan setiap hari untuk membelinya.

Bisnis kuliner membutuhkan konsep yang matang untuk membangun bisnis. Biasanya yang banyak dilakukan oleh para pelaku usaha adalah pada saat menyusun konsep bisnis, rata-rata orang hanya memperhatikan pemilihan lokasi, produk dan juga metode pemasarannya saja. Tetapi ketika seseorang membangun bisnis kuliner, konsep yang disusun  tidak boleh hanya berpatokan pada lokasi saja. Ada beberapa hal yang bisa kita perhatikan ketika ketika memulai bisnis kuliner :
1.      Selera. Faktor utama yang menentukan kesuksesan dari sebuah usaha kuliner adalah citarasa makanannya. Jadi, kita harus menyesuaikan citarasa makanan dengan target pasar yang dituju. Jadi sahabat semua cobalah untuk melakukan survey pasar untuk menentukan apa yang diinginkan oleh masyarakat. Sebaiknya, hindari untuk menjadi subjektif terhadap citarasa produk jualan kita. Artinya, kita tidak boleh hanya berpaku hanya memperhatikan selesar dan keinginan diri sendiri. Karena kenyataannya, belum tentu selera lidah kita sama dengan seleran kebanyakan orang. Jadi, kita harus mampu membawa selera pasar menjadi produk yang akan kita jual.
2.      Gaya hidup. Sekarang ini, makanan bukan hanya sebagai pemuas rasa lapar saja tetapi juga sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Di kota-kota besar, makanan sudah menjadi gaya hidup masyarakatnya sehari-hari. Nah, kita harus pandai melihat peluang yang ada dan mampu menggabungkannya dengan jenis makanan yang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, maka produk usaha kita juga mempunyai peluang yang lebih besar untuk disukai oleh banyak orang. Banyak contoh misalnya rumah makan padang yang menjamur didaerah mana saja padahal seharusnya di padang saja, tapi ini tidak rumah makan padang sudah menjagi gaya hidup semua orang, baik itu dari betawi maupun jawa timur. Selain itu makanan ala Arabi atau ala Amrik merebak dimanapun dan memiliki ‘fans’ tersendiri.
3.      Daya beli. Sebelum kita menentukan produk yang akan dijual, sebaiknya perhatikan terlebih dahulu lokasi yang akan menjadi tujuan usaha dan lingkungan di sekitarnya. Karena pemantauan kawasan sekeliling lokasi tujuan akan menjadi penentuan produk apa yang paling cocok dan tepat untuk dijual di sana. Observasi yang kita lakukan akan menentukan produk yang akan kita jual berdasarkan daya beli masyarakat. Misalnya jika produk yang dijual terlalu mahal, tetapi daya beli masyarakat rendah, maka usaha kita akan sia-sia dan kemungkinan malah mengalami kerugian. Untuk itu, cobalah untuk benar-benar melakukan observasi.

4.      Rencana produksi. Konsep rencana produksi juga harus dipikirkan lebih lanjut. Kita harus mulai memperhatikan semua hal dengan lebih teliti, misalnya alur produksi, bahan baku, peralatan, harga produksi, keunggulan produk sampai kemasana produk yang akan dijual. Jadi, kita tidak boleh hanya menjual produk yang bahan bakunya sulit didapat. Karena hal ini tentunya akan sangat menghambat proses produksi. Dan ingat masalah juga bisa menjadi peluang usaha, seperti yang pernah saya sering sampaikan usaha Nata de coco yang sangat menguntungkan bermula dari pemenfaatan limbah air kelapa.

5.      Rencana pemasaran. Sebelum kita memutuskan bisnis yang akan kita jalankan, ada baiknya kita juga melakukan analisis pasar dan juga gaya pemasaran. Lokasi memang sangat menentukan tingkat persaingan karena akan membantu kita untuk menentukan kesempatan pengembangan usaha. Namun kini banyak cara untuk bisa tembus kesumber pemasaran salah satunya adalah bisnis on line atau melakukan audinsi keberbagai agen besar untuk mensuplai produk yang kita miliki (bisnis catering).  Selain itu, kita juga harus bisa memperhatikan teknik promosi yang dilakukan. Karena promosi yang tidak efektif dan salah sasaran hanya akan membuang-buang waktu saja.

Sahabat , selain staregi diatas tadi perlu diingat juga bahwa, keahlian memasak makanan yang lezat yang dimiliki tidak menjamin bisnis kuliner kita berhasil. Jadi perlu langkah-langkah belajar bagaimana untuk memulai dan menjalankan bisnis kuliner yaitu kita harus mengerti apa yang dijual. Sebelum memulai semuanya, Langkah pertama adalah mengklasifikasikan jenis-jenis makanan yang kita buat. Secara khusus kita harus tahu apa jenis makanan akan dibeli dan terus dibeli oleh pelanggan. Contohnya saja, kita tertarik untuk melakukan bisnis snack mulailah bisnis kue tar, kue atau pie. Atau usaha makanan fash food maka buatlah berbagai makanan beku seperti sosis, nugget dan sejenisnya.
Jadi jika kita sudah memilih jenis produk buatlah standar resepnya yang pas dan memiliki resep terpercaya yang sudah diuji. Standarisasi resep ini coba diuji dengan minta pihak keluarga atau teman terdekat untuk mencicipi resep yang kita miliki, jika berhasil maka itu tandanya resep yang kita buat berhasil dan dipakai untuk standar produksi selanjutnya .
Setelah kita menemukan ‘jagoan’ produk yang akan kita jual, tahap selajutnya adalah menentukan merk atau label produk .  Buatlah Merk yang unik. Nama yang unik bisa menjadi daya tarik pembeli. Nama yang terpampang jelas di bagian depan restoran atau di kemasan, akan membuat orang yang membaca penasaran dan meluangkan waktu untuk mencoba kuliner yang kita tawarkan, sehingga mereka akan menjadi pelanggan setia kedepannya. Contoh keberhasilan beberapa produk di indonesia yang berhasil dalam pemunculan merk produk seperti : keripik Ma’Icih, Cocodot, Burger Kebelenger, Pecel lele lela, Es doger kasurupan dll.
Hal penting yang lain adalah memberikan kenyamanan . Membuat pelanggan merasa nyaman saat makan. Melayani pelanggan dengan ramah dan baik. Menyambut tamu dengan tersenyum dan memperlakukan mereka dengan khusus merupakan cara agar bisnis kita cepat sukses dan berhasil. Selain itu berikan promo diskon. Diskon mempunyai peranan dan daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Berikan diskon saat liburan atau potongan harga dan paket pada hari tertentu.misalnya promosikan bahwa yang ulang tahun pada hari itu akan mendapat makan gratis atau ibu hamil dapat makan gratis dll. Padahal strategi itu dibuat agar yang ulang tahun membawa banyak temannya untuk makan di restoran kita, begitupun ibu hamil membawa semua keluarganya untuk makan disitu, cerdas bukan ^_^.

Sahabat , jangan pernah bosan atau tabu jika apa yang kita hasilkan di protes oleh orang lain, berlapang dada dan teruslah lakukan perbaikan dan lakukan inovasi selalu sesuai apa yang didinginkan pelangan dengan cara ini bisnis kuliner yang kita jalankan akan bisa menjadi bisnis warisan yang kita bisa teruskan sampai cucu cicit kita ^_^. Salam Ssuper Kreatif. @Tatiek.


Tips dan Trik Terus Bersemangat Berbisnis


Oleh Tatiek Kancaniati

Sahabat yang Ssuper.. bisnis bak ombak ada naik dan ada surutnya, tapi gelombang ombak itu bisa sangat dasyat menerjang batu karang dan mengakat kapal pesiar besar terus berlayar di lautan luas hingga pada waktunya menemukan pemandangan indah yang menyejukan hati dan membayar semua kerja keras kita.
Hidup dan kebutuhan hidup baik sandang, pangan maupun papan mengerogoti kantong kita, sejalan dengan itu kreatifitas harus terus kita asah untuk memenuhi hal tadi dengan baik. Tak ada cara lain selain kita harus mampu mandiri dan terus mengasah mental bisnis kita . Bisnis bisa dijalankan dari mana saja dan dimana saja. Bahkan tetap bisa mendatangkan uang sambil tetap bekerja sebagai karyawan dan mengurus anak.

Mafaat bisnis selain pengalaman bertambah kita pun jadi akan lebih kreatif, ulet, tahan banting, dan bertanggung jawab serta tentunya menjadi pembuka lapangan pekerjaan bagi orang lain. Pada awalnya memulai sesuatu bisnis tidak masalah jika ide kita sama dengan orang lain. Yang penting kita harus punya sesuatu yang unik supaya orang tertarik untuk datang ke tempat kita. "Setelah mendapatkan ide, baru dilanjutkan WHAT, WHO, HOW-nya, What adalah apa yang akan kita jual. Who adalah kepada siapa kita menjualnya, berarti target pasarnya. Dan how adalah cara kita memasarkan produk dengan beda dan se-kreatif mungkin.
Berikut Tips dan Trik bagaimana strategi bisnis :
1.Memulai sebuah usaha bisnis dengan modal kecil
Cara usaha mudah pertama kali yang bisa Anda coba sebagai pemula adalah dengan memulai sebuah usaha bisnis dengan modal kecil. Rata-rata para pemula takut menjalani sebuah usaha bisnis adalah lantaran ketakutan akan mengalami kerugian yang besar. Untuk mencegah kekhawatiran tersebut, cobalah memulai dengan model bisnis usaha bermodal kecil. Kalau pun nantinya tetap rugi, tentunya tidak akan terlalu menyakitkan dan bisa memulai bisnis selanjutnya.
2.Memulai sebuah usaha bisnis yang didasarkan pada hobi dan minat
Cara usaha mudah yang kedua bagi para pemula adalah dengan menjalankan sebuah usaha bisnis yang merupakan hal yang menjadi kesukaan. Misalnya jika kita meminati dunia desain grafis, maka  cukup layak memulai sebuah usaha desain. Jika seorang penulis saatnya menjadi diri sebagai writerpreneurship dan seterusnya.
Mengapa harus diawali dari hal yang menjadi hobi? Karena ada keasyikan tersendiri yang akan muncul saat kita bekerja pada sebuah bidang yang sangat kita cintai dan menjadi kegemaran pribadi? Dengan penghasilan sedikit pun kita tetap akan menjadi senang dengan pekerjaan tersebut, bahkan tanpa dibayar sekalipun, kita tetap bersemangat menjalani kegiatan yang menjadi hobi kita tersebut.
Dan dalam dunia bisnis, cara usaha seperti ini juga dalam rangka mencegah kerugian yang lebih besar saat menjalankan usaha. Kesukaan kita terhadap sesuatu tentunya akan membuat kita mengetahui lebih banyak tentang sesuatu hal tersebut. Dengan pengetahuan itu nantinya akan menjadi modal dalam menjalankan usaha bisnis.
3.Belajar bisnis dari orang sukses
Cara bisnis selanjutnya  adalah dengan mempelajari sejarah dan cara bisnis orang-orang sukses. Banyak orang sukses membuka sebuah usaha, hanya lantaran dulunya ia adalah seorang pekerja di sebuah usaha bisnis ternama kemudian ia menduplikasi dan mengambil sisi positif dari figur yang kita idolakan tersebut.
4.Mulai dari sekarang
Jangan banyak menunggu dan berkhayal memiliki sebuah usaha sukses, namun kenyataannya kita tak kunjung merealisasikan usaha-usaha tersebut. Sukses hanya bisa diraih jika kita berani action sekarang juga.

5. Selalu bersemangat
Memulai bisnis untuk merubah sebagian atau seluruh hidup. Untuk mencapai perubahan ini, kita perlu mengembangkan atau menemukan suatu semangat, kepedulian untuk mengubah cara dengan beberapa hal dan untuk menjalani hidup secara keseluruhan. Sukses datang dengan mudah jika Anda mencintai apa yang Anda lakukan. Mengapa? Karena kita lebih giat dalam mengejar tujuan kita tentang hal-hal yang kita cintai.

6. Fokus pada kekuatan
Kita tidak bisa menjadi segalanya bagi semua orang. Setiap diri kita memiliki kekuatan dan kelemahan kita sendiri. Agar efektif, kita harus mengenali kekuatan dan berkonsentrasi untuk hal itu. Kita akan menjadi lebih sukses jika kita mampu menyalurkan usaha Anda ke bagian-bagian dimana anda dapat melakukan yang terbaik.

Dalam bisnis, misalnya, jika kita tahu kita memiliki insting marketing yang baik, maka memanfaatkan kekuatan ini dan fokus pada kekuatan marketing secara maksimal. Di sisi lain kita mungkin mempunyai kelemahan, seperti akuntansi atau pembukuan. Pertimbangkanlah untuk mempekerjakan orang yang ahli akuntansi atau belajar sendiri untuk menutupi kelemahan.


7.Bekerja keras
Setiap pengusaha sukses selalu bekerja keras dan lebih keras lagi. Tidak ada mencapai sukses hanya dengan duduk dan menatap dinding setiap hari. Kisah setiap pengusaha sukses bahwa mereka harus bekerja lebih dari 60 jam per minggu di awal bisnis mereka. Bersiaplah untuk mengucapkan selamat tinggal pada acara liburan, bersenang-senang untuk sementara.Kita harus menahan untuk hal-hal tersebut sampai anda benar-benar bisa mandiri. Bekerja keras akan lebih mudah jika kita memiliki visi, tujuan yang jelas, dan semangat dan gairah dengan apa yang kita lakukan.

Sahabat BMI yang Ssuper..tak ada alasan apapun lagi untuk menunda niat bisnis, mulailah dari sekarang dengan segenap jiwa, bahagiakan keluarga dan sekitar kita dengan menterjemahkan Visi kehidupan menjadi sebaik-baik manusia yang bermanfaat untuk orang lain..Bismillah kita semua dapat melakukan itu .. Salam Ssuper Kreatif ^_^ @TK




Perempuan dan Wirausaha

Oleh : Tatiek Kancaniati

Perempuan memiliki peranan penting dalam meningkatkan perekonomian Negara. Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia 2010, sekitar 60 persen Usaha Kecil Menengah (UKM) dikelola oleh perempuan Indonesia.  Kesadaran perempuan Indonesia untuk maju dan berkembang dalam ekonomi dan keluarga membantu peningkatan dan berkembangnya bibit-bibit jiwa wirausaha perempuan. Kondisi krisis ekonomi secara tak langsung juga mendukung tumbuhnya jiwa kewirausahaan perempuan dalam rangka menciptakan kemandirian ekonomi pribadi dan keluarga.
Tak dipungkiri dengan berwirausaha para perempuan juga bisa memiliki kemandirian secara finansial dalam keluarga. "Dengan adanya kemandirian ekonomi, perempuan bisa memiliki power dan kekuatan sendiri untuk melakukan banyak hal kebaikan baik untuk keluarga maupun masyarakat sekitarnya, serta membuka akses ke semua jaringan. Selain itu, power ini juga akan bisa memperkuat perempuan secara psikologis, dan menghindari adanya tindakan pelecehan ataupun KDRT dalam rumah tangga. Dan ini membuat perempuan punya posisi bargaining dalam keluarga; bukan berarti untuk mengalahkan suami, tapi agar tidak disepelekan karena kita juga memiliki kontribusi dalam ekonomi.


Namun sayangnya, banyak perempuan yang hingga kini belum menyadari kemampuan mereka untuk berwirausaha. Banyak hal yang menjadi pertimbangan mereka, seperti tidak adanya dukungan dari suami, atau karena adanya kewajiban dalam ranah domestik yang harus dilakukan setiap hari,  sikap malas untuk berkembang dan salah pergaulan.

Para perempuan yang memutuskan berwirausaha dengan modal nekad, namun ternyata mampu meraup kesuksesan.Dari pengamatan ada beberapa kelebihan perempuan dalam mengelola bisnis yaitu:


1. Networking
Perempuan memiliki keunggulan dalam hal networking, karena memiliki pergaulan yang luas, Hal ini disebabkan perempuan memiliki kemampuan sosial dan mudah bergaul, sehingga lebih mudah untuk bisa menjaring konsumen. Misalnya saja melalui arisan, acara PKK, majelis talim dan lain-lain

2. Kreatif
Perempuan dinilai lebih jeli melihat peluang usaha, dan pandai melihat celah usaha. Terkadang hal yang terterpikirkan oleh para pria dan dinilai merupakan langkah bisnis sepele, justru bisa mendatangkan keuntungan dan kesuksesan bila dilakukan oleh kaum perempuan.


3. Telaten
Perempuan lebih teliti dalam menjalankan bisnis. Hal-hal detail dalam bisnis seperti urusan packaging, labeling, atau hal kecil lainnya, sangat dipikirkan oleh perempuan sehingga membuat produknya menjadi lebih menarik, dan memiliki daya jual yang tinggi.



4. Tidak mudah putus asa
Dalam berbisnis, perempuan dinilai lebih tangguh dan tidak mudah putus asa ketika mengalami kegagalan. “Perempuan itu ibarat akar tumbuhan yang terus mencari cara untuk tumbuh dan sukses. Ketika menghadapi kegagalan, perempuan memiliki daya juang yang tinggi dan lebih sabar untuk memulai segala sesuatunya dari bawah”. Seringkali ketika menghadapi masalah PHK, perempuan lebih tangguh dalam mencari cara untuk bisa bertahan dan mengesampingkan gengsinya untuk memulai usahanya dari bawah dibanding pria.

Untuk merintis usaha, yang harus dimiliki adalah passion dan cinta terhadap keluarga, karyawan, dan semua orang di balik bisnis kita. Jadi jangan hanya memikirkan keuntungan diri sendiri saja. Wirausaha bisa menjadi pilihan perempuan untuk membiayai dirinya dan berkontribusi secara finansial terhadap keluarganya. Meski perempuan perlu berupaya lebih keras dalam menunjukkan kemampuan dirinya,ingat jangan pernah menggunakan’ keperempuanan’ untuk menyukseskan bisnis. Tetapi juallah kecerdasan, keterampilan dan integritas positif. So.. lakukan bisnis dengan hati dan motivasi yang baik agar dunia melihat diri kita menjadi lebih baik lagi. (TK)


Memulai Bisnis tanpa Uang, Mungkinkah?

Kebanyakan orang yang akan memulai usaha, membebani fikirannya dengan fokus pada hal-hal yang tidak mereka miliki, padahal jika mereka mau berfikir positif dan mulai menggali potensi yang ada dalam dirinya maupun lingkungannya, memulai bisnis tanpa uang pasti tak lagi menjadi hal yang mustahil.

Walaupun keinginan segera memulai usaha sudah menggebu-gebu, namun seseorang selalu terbentur dalam masalah klasik yang selalu menghantuinya yaitu masalah modal. Ya! modal yang berupa uang. Bagi sebagian orang selalu berfikir bahwa uang adalah syarat nomor satu yang harus ada untuk bisa memulai usaha. Kenyataannya, modal berupa uang bisa menjadi nomor kesekian apabila kita ingin memulai sebuah usaha.

Memang tidak bisa dipungkiri, apabila kita sudah mempunyai uang sebelum melangkah membuka usaha, itu tentu lebih baik. Namun, apakah kita yang tidak memiliki uang untuk memulai usaha, lantas mendapat vonis tidak bisa menjadi pengusaha? Salah. Lihatlah sekeliling kita, bisa saudara atau teman, yang telah memulai usaha dan berhasil dalam usahanya. Bisa dipastikan bahwa ada banyak diantara mereka yang sekarang sudah memiliki usaha yang insyaAllah berjalan baik, dengan awalannya tanpa uang sepeserpun!
 
Tengoklah teladan tercinta kita, Rasulullah Saw. Beliau tercatat dalam sejarah sebagai seorang enterpreneur  yang sangat handal. Beliau adalah seorang pengusaha sejati. Sepak terjangnya dalam berbisnis (terutama sebelum masa kerasulan), begitu menginspirasi. Bagi Anda yang sekarang ini sudah menjadi seorang pengusaha, berbahagialah karena Anda sudah menjalankan sunnah Rasulullah Saw, yaitu dengan menjadi seorang pedagang atau pengusaha.
 
Dalam mengawali bisnisnya, apakah Rasulullah Saw sudah memiliki uang? Sama sekali tidak. Bagaimana Rasulullah Saw dikatakan punya uang untuk modal bisnis kalau sejak usia 6 tahun sudah menjadi yatim piatu, dan tanpa menerima uang warisan? Lantas, bagaimana kemudian Rasulullah Saw bisa memulai usaha dan menjadi pengusaha sukses?
Yang dilakukan pertama kali oleh Rasulullah Saw malakukan magang (internship). Beliau bekerja magang kepada pamannya Abu Thalib. Hal ini beliau lakukan sejak usia 12 – 17 tahun. Dalam masa kita, ini bisa disamakan dengan kita menjadi seorang karyawan. Dalam rentang masa itu, Rasulullah Saw menyerap semua ilmu perdagangan dari pamannya, dan juga dari partner bisnisnya. 
Beliau perkaya dirinya dengan ilmu berdagang yang membawa keberhasilan. Beliau pelajari seluk beluk pasar, seperti apa yang membuat pasar selalu bergerak roda ekonominya, apa yang membuat sebuah pasar ada kejujuran dan kecurangan serta bagaimana mengatasinya. Apa yang bisa membuat pelanggan senang berbisnis dengan kita, serta bagaimana selalu menjaga hubungan baik dengan mitra. Gelar Al-Amin yang disematkan orang Arab kepada Rasulullah Saw, salah satunya diperoleh dari pengalamannya berdagang. Seorang pengusaha sukses mustahil bisa sesukses Rasulullah Saw dalam menjalankan bisnis, apabila beliau tidak mengetahui betul seluk beluk pasar, dengan tidak terjun langsung didalamnya.

 Dalam rentang waktu 5 tahun itu, di usia 17 tahun Rasulullah Saw sudah ‘naik kelas’ menjadi seorang pemilik bisnis, walaupun berupa cikal bakal. Bayangkan, di usia 17 tahun sudah menjadi business owner? Luar biasa! Dan tahukan Anda apa langkah berikutnya dari Rasulullah Saw? Beliau menjadi Investment Manager. Ya, dalam perkembangannya, banyak para pemilik modal Makkah yang kemudian percaya kepada kemampuan Rasulullah Saw untuk memutar uang mereka menjadi lebih besar, dengan menitipkannya kepada Rasulullah Saw. Anda sudah bisa menebak apa jadinya uang yang diputar itu, apabila diamanahkan kepada satu-satunya orang yang bergelar Al-Amin!
 
Salah satu dari sekian banyak para pemilik modal yang ‘kepincut’ dengan track record Rasulullah Saw adalah Siti Khadijah. Anda sudah tahu pasti siapa beliau, bukan? Ya, beliau juga seorang wanita pengusaha sukses. Orang sesukses beliau tidak mungkin sembarangan menitipkan modalnya begitu saja kepada Rasulullah Saw. Pasti sudah diperhitungkan dalam sekali. Dalam perkembangannya, waktu jugalah yang membuktikan, ketertarikan Khadijah kepada Rasulullah Saw tidak hanya untuk urusan bisnis, namun juga risalah Islam yang dibawa Rasulullah Saw, yang pada akhirnya menjadi istri pertama Rasulullah Saw.
Anda bisa membayangkan, sebelum menikah dengan Khadijah saja, Rasulullah Saw sudah begitu sukses bisnisya, apa jadinya setelah beliau menjadi suami dari seorang wanita yang juga pengusaha sukses?

Nah, dari sini kita sudah bisa mengambil kesimpulan, uang bukanlah alasan utama untuk memulai usaha. Kalau modal berupa uang menjadi kendala kita, jadikan kepercayaan orang lain kepada kita, sebagai modal utama. Kita jaga dengan baik setiap amanah orang kepada kita. Kalau amanah itu bisa kita jaga tanpa cacat, seratus persen orang ini akan terus mengandalkan kita, dalam bentuk salah satunya menjadikan kita pengelola keuangannya. Dari hasil mengelola uang itu, tentunya kita akan mendapatkan bagi hasil (mudharabah). Sedikit demi sedikit, disertai dengan keuletan kita dan niat baik kita untuk menjadi seorang pengusaha, insyaAllah jalan menuju kesana akan terbuka sangat lebar. Amin
 
Ini dia tips menambah “modal” selama bekerja di luar negeri agar sukses merintis usaha di tanah air:
1. Menambah berbagai jenis pengetahuan dan keterampilan seperti penguasaan terhadap bahasa asing dan teknologi.
2. Membangun relasi (networking) dan pertemanan yang berkualitas, sehingga saat pulang ke tanah air nanti kita bisa bekerja sama dengan banyak orang yang dapat dipercaya.
3. Membekali diri dengan aktif mengikuti seminar dan pelatihan. Terutama pelatihan mengelola keuangan.
4. Merencanakan bisnis yang akan dibangun nanti sejak awal sehingga saat “modal” telah cukup maka kita siap pulang ke tanah air dan merintis usaha.
5. Membangun mental wirausaha dengan banyak belajar dan mencontoh teman-teman BMI yang sudah berhasil.

 
Bersabarlah dalam manapaki bisnis. Raih kemuliaan tidak hanya pada hasilnya (menjadi sukses), namun juga didalam prosesnya. Bahwa Allah menyukai hamba-hambaNya yang berikhtiar. Makanya jadikan bisnis adalah salah satu ikhtiar kita menjemput rezekiNya, dan lengkapi dengan doa dan ikhlas. Biarlah Allah SWT yang "mengerjakan tugasNya".